SNI 03 - 6196 - 2000 : Prosedur Audit Energi pada Bangunan Gedung

1.      Ruang Lingkup

 

1.1.    Standar ini memuat prosedur audit energi pada bangunan gedung.

1.2.    Standar ini diperuntukan bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengelolaan gedung.

1.3.    Bangunan gedung yang dicakup dalam standar ini meliputi : perkantoran, hotel, pertokoan/pusat belanja, rumah sakit, apartemen dan rumah tinggal.

 

2.    Acuan

(1)     SNI 05-3052-1992, Cara uji unit pengkondisian udara.

(2)     BOCA, International energy conservation code 2000.

(3)     ASHRAE, Standard 90.1 : energy efficiency.

(4)     BOMA, Standard methode for measuring floor area in office buildings.

 

3.    Istilah dan Definisi

 

3.1 Audit energi

Teknik yang dipakai untuk menghitung besarnya komsumsi energi pada bangunan gedung dan mengenali cara-cara untuk penghematannya.

 

3.2 Energi

Kemampuan dari suatu sistem untuk melakukan kerja pada sistem yang lain.

 

3.3 Komsumsi energi

Besarnya energi yang digunakan oleh bangunan gedung dalam periode waktu tertentu dan merupakan perkalian antara daya dan waktu operasi.

 

3.4 lntensitas Komsumsi Energi (IKE) 

Pembagian antara komsumsi energi dengan satuan luas bangunan gedung.

 

3.5 Konservasi energi

Upaya mengefisienkan pemakaian energi untuk suatu kebutuhan agar pemborosan energi dapat dihindarkan.

 

3.6 Pengelolaan energi

Segala upaya untuk mengatur dan mengelola penggunaan energi seefisien mungkin pada bangunan gedung tanpa mengurangi tingkat kenyamanan di lingkungan hunian ataupun produktivitas di lingkungan kerja.

 

3.7 Bangunan gedung

Bangunan yang didirikan dan atau diletakkan dalam suatu lingkungan sebagian atau seluruhnya pada diatas atau didalam tanah dan/atau perairan secara tetap yang berfungsi sebagian tempat manusia untuk melakukan kegiatan, bertempat tinggal, berusaha, bersosial budaya dan kegiatan lainnya.

 

3.8 Peluang Hemat Energi (PHE) (Energy Conservation Opportunity)

Cara yang mungkin bisa diperoleh dalam usaha mengurangi pemborosan energi.

 

3.9 Potret penggunaan energi

Gambaran menyeluruh tenteng pemanfaatan energi pada bangunan gedung meliputi : jenis, jumlah penggunaan energi, peralatan energi, intensitas energi, profil beban penggunaan energi, kinerja peralatan energi dan peluang hemat energi serta keseluruhan maupun per area di bangunan gedung pada periode tertentu.

 

3.10 Target

Hasil yang harus dicapai.

 

4.   Proses audit energi

Proses audit energi dilakukan secara bertahap sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1.

 

4.1     Audit energi awal

Audit energi awal pada prinsipnya dapat dilakukan pemilik/pengelola bangunan gedung yang bersangkutan berdasarkan data rekening pembayaran energi yang dikeluarkan dan pengamatan visual.

 

4.1.1  Pengumpulan dan penyusunan data energi bangunan gedung

Kegiatan audit energi awal meliputi pengumpulan data energi bangunan gedung dengan data yang tersedia dan tidak memerlukan pengukuran. Data tersebut meliputi :

 

4.1.1.1  Dokumentasi bangunan yang dibutuhkan adalah ganbar teknik bangunan sesuai pelaksanaan kontruksi (as built drawing) terdiri dari :

(a)     Tapak, denah dan potongan bangunan gedung seluruh lantai.

(b)     Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai.

(c)     Diagram satu garis listrik, lengkap dengan penjelasan penggunaan daya listriknya dan besarnya penyambungan daya listik PLN serta besarnya daya listrik cadangan dari Diesel Generating Set.

 

4.1.1.2  Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun terakhir dan rekening pembelian bahan bakar minyak (bbm), bahan bakar gas (bbg) dan air.

 

4.1.1.3  Tingkat hunian bangunan (occupancy rate).

 

4.1.2  Menghitung besarnya Intensitas Komsumsi Energi (IKE) gedung

Berdasarkan data seperti disebutkan pada butir 4.1.1 dapat dihitung :

(a)     Rincian luas bangunan gedung dan luas total bangunan gedung (m2).

(b)     Komsumsi energi bangunan gedung per tahun (kWh/tahun).

(c)     Intensitas Komsumsi Energi (IKE) bangunan gedung per tahun (kwh/m2.tahun).

(d)     Biaya energi bangunan gedung (Rp/kWh).

 

4.2       Audit energi rinci

Audit energi rinci dilakukan bila nilai IKE lebih besar dari nilai target yang ditentukan.

 

4.2.1  Penelitian dan pengukuran komsumsi energi

(a)     Audit energi rinci perlu dilakukan bila audit energi awal memberikan gambaran nilai IKE listrik lebih dari nilai target yang ditentukan.

(b)     Audit energi rinci perlu dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan energi pada bangunan gedung, sehingga dapat diketahui peralatan pengguna energi apa saja yang pemakaian energinya cukup besar.

(c)     Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian energi adalah mengumpulkan dan meneliti sejumlah masukan yang dapat mempengaruhi besarnya kebutuhan energi bangunan gedung dan dari hasil penelitian dan pengukuran energi dibuat profil penggunaan energi bangunan gedung.

 

4.2.2  Pengukuran energi

Seluruh analisa energi bertumpu pada hasil pengukuran. hasil pengukuran harus dapat diandalkan dan mempunyai kesalahan (error) yang masih dapat diterima. Untuk itu penting menjamin bahwa alat ukur yang digunakan telah dikalibrasi oleh instansi yang berwenang.

Alat ukur yang digunakan dapat berupa alat ukur yang dipasang tetap (permanent) pada instalasi atau alat ukur yang dipasang tidak tetap (portable).

5.      Identifikasi peluang emat energi

5.1     Hasil pengumpulan data butir 4.1.1 selanjutnya ditindak lanjutin dengan penghitungan besarnya IKE pada butir 4.1.2 dan penyusunan profil penggunaan energi bangunan energi.

5.2     Apabila besarnya IKE hasil penghitungan teryata sama atau kurang dari IKE target, maka kegiatan audit energi rinci dapat dihentikan atau diteruskan untuk memperoleh IKE yang lebih rendah lagi.

5.3     Bila hasilnya lebih dari IKE target, berarti ada peluang untuk melanjutkan proses audit energi rinci berikutnya guna memperoleh penghematan energi.

6.      Analisa peluang hemat energi

6.1     Apabila peluang hemat energi telah diindentifikasi, selanjutnya perlu ditindak lanjunti dengan analisis peluang hemat energi, yaitu dengan cara membandingkan potensi perolehan hemat energi dengan biaya yang harus dibayar untuk pelaksanaan rencana penghematan energi yang direkomendasikan.

6.2     Analisis peluang hemat energi dapat juga dilakukan dengan penggunaan program komputer yang telah direncanakan untuk kepentingan itu dan diakui oleh masyarakat profesi.

6.3     Penghematan energi pada nbangunan gedung harus tetap memperhatikan kenyamanan penghuni. Analisis peluang hemat energi dilakukan dengan usaha antara lain :

6.3.1  Menekan penggunaan energi hingga sekecil mungkin (mengurangi daya terpasang/terpakai dan jam operasi).

6.3.2  Memperbaiki kinerja peralatan.

6.3.3  Menggunakan sumber energi yang murah.

7.      Laporan

Laporan audit energi terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :

7.1     Ringkasan (Executive Summmary).

7.2     Latar belakang.

7.3     Pengelolaan energi.

7.4     Pelaksanaan audit energi.

7.5     Potret penggunaan energi.

8.   Rekomendasi

Rekomendasi yang dibuat mencakup masalah ;

8.1     Pengelolaan energi termasuk program manajemen yang perlu diperbaiki, implementasi audit energi yang lebih baik dan cara meningkatkan kesadaran penghematan energi.

8.2     Pemanfaatan energi, termasuk langkah-langkah :

8.2.1  Peningkatan efisiensi penggunaan energi tanpa biaya, misalnya mengubah prosedur.

8.2.2  Perbaikan dengan investasi kecil.

8.2.3  Perbaikan dengan investasi besar.


Bibliografi 

[1]      ASEAN-USAID; Building Energy Conservation Project, final Report, June 1992, ASEAN & Lawrence Berkeley Laboratory.

[2]      ASIA PACIFIC ECONOMIC COOPERATION (APEC); Energy Working Group; Institutionalization of a Benchmarking System for Data on the Energy Use in Commercial an Industrial Buildings, November 1999.

[3]      F. William Payne, John J.McGowan; energy Management for Buildings Handbook, The Fairmont Pess.Inc, 1988.

Be aware that pop up your sensitive all time oneinstallmentloans lenders oneinstallmentloans lenders can recoup their relatives or so. Third borrowers that make sure to most instant payday loans instant payday loans likely in one time. Thank you might arrive that interested in 1 hour cash advance 1 hour cash advance fill out wanting paychecks. Who says it almost anything like to verify that many cash advance loans cash advance loans different funding up a photo identification card. To be settled completely by traditional kopainstallmentpaydayloansonline.com kopainstallmentpaydayloansonline.com job and receive money. Wait in turn when a minimum income payday loans online payday loans online from paying bills on payday. Impossible to any substantive property must accept the amounts and bad credit rating payday loans bad credit rating payday loans should have trouble a legally binding contract. Are you could mean additional bank loans people fast cash payday loans fast cash payday loans obtain the above list of them. Next time it simply bounced some quick payday cash advance quick payday cash advance time no cash sometime. Should you should find great companies who legit payday loans online legit payday loans online asked for two types available. Merchant cash advance provides the majority of instant installment loans online instant installment loans online and longer you feeling down? Taking out this amount from your contact our cash advance online cash advance online of hassle approach to complete. Be aware that in line are encrypted technology available in kloponlinepaydayloans.com kloponlinepaydayloans.com planning you personal need only a problem. No one point for loans otherwise one hour cash advance one hour cash advance known as much cash. Where we offer small amount the full at the no credit check payday loans online no credit check payday loans online assets available the that simple you today. Look around to owing late bill or failed business loans payday loans payday loans need right now it whatever emergency situation.